Showing posts with label batu. Show all posts
Showing posts with label batu. Show all posts

Thursday, April 2, 2015

Beragam Varian Badar Besi

KEBUMEN - DARI sekian banyak jenis batuan yang ditemukan di Kabupaten Kebumen, batuan jenis badar besi (hematite) merupakan yang paling populer saat ini.

Batuan asli dari alam ini memiliki keunikan tersendiri, yakni memiliki kadar besi (fe) yang tinggi, sehingga bisa menempel jika didekatkan pada magnet. Di dunia internasional, batu badar besi dikenal dengan batu hematite dengan formula kimia Fe2 O3 dengan kekerasan 5-6 pada skala mohs. Secara umum batu ini memiliki berwarna hitam, cokelat, merah, hingga abu-abu silver.

Batu badar besi banyak ditemukan di banyak negara di dunia, seperti Brazil, Mexico, Australia, Amerika Serikat dan Indonesia. Hematite umumnya ditemukan di wilayah pegunungan, terutama gunung yang pernah mengalami banjir lahar, lalu mengendap selama jutaan tahun.

Di Kebumen, sebagian besar batu badar besi diperoleh dengan cara menambang. Salah satu kawasan penghasil batu badar besi terbaik, yakni Kecamatan Karanggayam, khususnya di perbukitan Buluberas. Anggota Komunitas Badar Besi Kebumen Agus ”Mandra” Wantoro menyampaikan, yang menarik dari batu badar besi Kebumen, yakni memiliki banyak varian.

Tidak hanya melulu berwarna hitam, varian badar besi lain bermunculan, seperti badar besi merah cabe atau populer disebut red hot magnetic, hijau kristal, multicolour, pancawarna, badar besi kuning, telur kodok, warna doreng atau greenbaret serta badar besi bulu monyet.

”Jadi selain unik bisa menempel di magnet, batu badar besi Kebumen memiliki warna bermacam- macam,” ujar Agus Mandra saat ditemui Suara Merdeka di Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen, Rabu (1/4) Pria yang membuka bengkel kerajinan batu akik Badar Besi 2 Stone di Jalan Sokka-Petanahan itu, saat ini sedang mempersiapkan berbagai varian batu badar besi untuk keperluan pameran dan bursa batu akik di Alun-alun Kebumen, Sabtu (4/4) mendatang.

Dalam acara yang diselenggarakan Bank Jateng Cabang Kebumen itu, nantinya akan diikuti sekitar 20 perajin batu akik. ”Untuk pameran kali ini saya secara spesifik mempersiapkan batu badar besi,” ujar pria yang akrab disapa Bang Mandra tersebut.

Bintang Pameran

Memang batu badar besi saat ini berada di puncak popularitasnya. Batu ini menjadi sorotan media cetak dan elektronik nasional. Majalah Indonesian Gemstone (IGS) edisi Januari 2015 secara khusus mengulas batu badar besi merah Kebumen.

Di berbagai ajang pameran batu di sejumlah daerah, batu badar besi merah cabai Kebumen menjadi bintang pameran. Tingginya permintaan pasar yang tidak didukung ketersediaan barang membuat harga batu badar besi melangit.

Jika pada November 2014 lalu harga batu badar besi merah cabai masih Rp 100.000/kg, saat ini harga batu hampir menyentuh Rp 1 juta/kg. ”Sedangkan untuk batu yang sudah menjadi cincin harganya bervariatif mulai Rp 500.000 hingga Rp 1,5 juta,” imbuh Agus Mandra.

Dari catatan Suara Merdeka, popularitas batu badar besi semakin tinggi setelah adanya razia aparat Polres Kebumen penambangan batu badar besi di kawasan perbukitan Buluberas yang masuk di wilayah hutan negara yang dikelola Perhutani. Sekitar satu ton bongkahan batu di antaranya batu badar besi disita aparat kepolisian. Pascarazia itu, para petani mandek dan tidak berani melakukan aktivitas penambangan batu di hutan negara. (Supriyanto-32/SuaraMerdeka)

SUMBER: setiobow.blogspot.com

giok kebumen

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - MENGULAS batuan asli Kabupaten Kebumen seperti tak ada habisnya. Satu varian batuan muncul tidak akan lama diikuti dengan varian batuan lain yang tak kalah menariknya.

Keanekaragaman batuan yang terkandung di kabupatan yang memiliki kawasan cagar alam geologi itu seperti tidak pernah selesai digali. Salah satu jenis batuan legendaris yang ditemukan di kabupaten yang pada zaman purba menjadi dasar samudera itu ialah batu giok Jawa. Batu giok yang ditemukan antara lain jenis nephrite jade sejenis batu giok tang ditemukan di Aceh.

Tak hanya jenis giok nephrite, di Kebumen ternyata keluar varian jadeite jade. Bahkan deposit batu yang masuk kategori langka ini relatif cukup banyak ditemukan di kawasan utara Kebumen persisnya di Kecamatan Sadang yang berbatasan dengan Banjarnegara. Adep Suryana (27), perajin batu yang juga pemilik Pondok Batu Suryana Gemstone membenarkan adanya deposit jadeite jade di Kebumen.

Warga Dusun Klepurubung, Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen itu mengaku sudah menemukan varian batu ini sejak dua tahun lalu. Saat ini di bengkelnya dia menyimpan sekitar dua kuintal bongkahan jadeite jade untuk diolah menjadi berbagai macam produk seperti batu cincin maupun liontin.

Ditemukan di Myanmar

“Namun bagus juga batu giok ini diolah menjadi patung maupun manik-manik gelang dan kalung,” ujar Adep Suryana kepada Suara Merdeka, Selasa (12/3). Pria yang sejak lima tahun menjadi perajin batu itu menambahkan, pada awalnya masyarakat mengetahui bahwa giok yang ditemukan di Kebumen merupakan nephrite jade.

Tetapi setelah dimasukkan di laboratorium gemologi di Jakarta maupun Yogyakarta giok yang dia temukan masuk kategori jadeite jade tipe A. Secara mineral, kualitas giok jenis ini di atas nephrite jade namun masih di bawah imperial jade.

“Yang jelas tingkat kekerasan giok jadeite lebih keras dibandingkan giok nephrite,” imbuh Suryana mengakui warna giok Jawa masih kalah dibandingkan dengan giok asal Aceh. Suryana menyebutkan gemolog ragu menyebutkan batu tersebut merupakan natural Indonesia karena dalam studi geologi selama ini hanya ditemukan di Myanmar dan Tiongkok.

Menurut dia, sampai saat ini masih belum ada riset bahwa di Kebumen sudah sejak lama ditemukan batu giok jadeite. “Yang jelas, batu giok jawa asal Kebumen banyak diminati terutama konsumen asal Tiongkok,” ujarnya menyebutkan selama ini dia memasarkan batu secara online melalui Facebook maupun secara langsung.

Sementara itu, giok jadeite memiliki warna yang khas giok yaitu hijau, orange kemerahan, warna lavender, hingga biru kehijauan. Sedangkan batu giok nephrite memiliki warna cenderung putih susu. Selain itu, giok jadeite diklaim lebih keras karena memiliki tingkat kekerasan antara 6,5 hingga 7 skala mohs. Sedangkan Nephrite hanya memiliki tingkat kekerasan antara 6 hingga 6,5 skala mohs saja. (Supriyanto-78/SuaraMerdeka)


SUMBER: setiobow.blogspot.com