Showing posts with label kebumen. Show all posts
Showing posts with label kebumen. Show all posts

Monday, October 23, 2017

Ngengat Asal Kebumen yang bikin heboh




Ngengat Asal Kebumen yang bikin heboh


hewan tersebut adalah Creatonotos gangis atau ngengat. Bentuknya mirip kupu-kupu, memiliki sayap. Bagian badannya berwarna oranye dan ada 4 'kaki' di bagian ekornya. Ukurannya kecil, seukuran jari kelingking orang dewasa.

Secara sekilas Ngengat terlihat sama seperti kupu-kupu namun secara jenis dan sifatnya sangat jauh berbeda. Jika kupu-kupu aktif (beraktifitas) di siang hari sedangkan untuk ngengat justru lebih aktif di malam hari. Selain itu ketika ngengat tidak terbang sayap binatang ini akan terlihat terbuka sedangkan kupu-kupu justru akan tertutup. Ngengat kadang tertarik kepada cahaya buatan seperti lampu maupun lilin sehingga mudah ditemukan pada lokasi yang terdapat lokasi penerangan yang terang sedangkan lingkungan sekitarnya gelap.

Mengapa ngengat ini unik karena dibagian ekornya justru muncul empat ekor tambahan yang berbentuk seperti tanduk. Lebih lanjut lagi karena pada ekor-ekor ini terdapat bulu-bulu halus yang membuatnya terlihat lebih mengerikan.

Berkas:Oldwife Underwing Unspread.jpg

Jauh berbeda dengan bentuk normal ngengat yang ada, selain itu warna ngengat dari kebumen cukup mencolok hal ini sangat bertentangan dengan ngengat normal yang memilik warna pudar untuk berkamuflase.

Thursday, November 24, 2016

Festival Lukulo Berlangsung Sebulan

Festival Lukulo Berlangsung Sebulan



KEBUMEN  - Jika Kabupaten Banjarnegara memiliki Festival Serayu dan Dieng Festival Culture (DFC), Kabupaten Magelang memiliki Festival Lima Gunung, untuk menarik wisatawan dari luar daerah Kabupaten Kebumen menggagas Festival Lukulo. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan rangkaian festival ini bakal berlangsung selama sebulan, yakni 27 Nopember hingga 25 Desember 2016. Sebanyak 18 kegiatan akan diselenggarakan dalam rangkaian festival yang akan dibuka Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad di Desa Ambalkumolo, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Minggu (27/11).

Namun, sejumlah kegiatan itu tidak dilaksanakan di satu tempat, melainkan tersebar di enam desa berbeda. Berbagai acara yang akan digelar antara lain, lomba perahu hias di Sungai Lukulo Desa Jogosimo dan Ambalkumolo, Festival Kesenian Rakyat di Desa Ambalkumolo, Desa Tanggulangin. Kemudian festival produk pertanian dan peternakan, kuliner nusantara, lomba memancing, dayung perahu naga, rally wisata Jeep, wisata sepeda XC Fun hingga fun bike wisata. “Selain itu dilaksanakan festival geguritan, tari dolanan anak, fetival dalang,” ujar Asisten I Sekda Kebumen Mahmud Fauzi didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Hery Setyanto kepada wartawan di Gedung Press Center Kebumen, Kamis (24/11).

Lebih lanjut, Mahmud Fauzi menyampaikan, festival ini menyasar tidak hanya wisatawan lokal Kebumen, melainkan wisatawan regional untuk datang ke Kebumen. Targetnya 50 persen pengunjung merupakan wisawatan luar daerah. “Selain itu, sejumlah kegiatan potensial untuk dikembangkan menjadi even nasional, seperti rally wisata jeep dan sepeda XC Fun,” ujar Mahmud Fauzi menyebutkan untuk event sepeda XC Fun sudah banyak peserta dari luar kota yang memesan home stay.

Sektor Jasa

Selain untuk menggali potensi wisata di sekitar Sungai Lukulo, imbuh Mahmud Fauzi kegiatan ini untuk mendorong pertumbuhan sektor jasa. Sehingga masyarakat tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian saja. “Harapannya, masyarakat juga menangkap peluang ini, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Meski pelaksanaannya tinggal dua hari, tetapi promosi even ini masih belum begitu terlihat. Ironisnya, masih banyak di kalangan masyarakat Kebumen sendiri yang belum mengetahui even budaya tersebut. Bahkan di media sosial tersebar informasi yang berbeda-beda terkait jadwal pelaksanaan kegiatan.

Masih minimnya promosi diakui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Hery Setyanto. Hal itu salah satunya disebabkan waktu pelaksanaan yang belum pasti lantaran ada perubahan jadwal. “Belum lagi kegiatan tersebut masuk dalam anggaran belanja tambahan yang baru ditetapkan dalam APBD Perubahan,” ujar Hery Setyanto.

Adapun kegiatan Festival Lukulo ini dianggarkan di Disparbud sebesar Rp 266,3 juta. Anggaran itu termasuk untuk membiayai kegiatan city branding. Khusus festival produk pertanian didanai Dinas Pertanian dan Peternakan dan festival kuliner oleh Kantor Ketahanan Pangan. “Selain itu kegiatan didanai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” ujar Hery Setyanto. (J19-32/suaramerdeka.com)

Saturday, January 2, 2016

Alian Butterfly Park, Wisata Edukasi dan Konservasi Kupu-Kupu


ALIAN  - Konsep wisata edukasi berbasis penangkaran kupukupu dikembangkan di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen. Pembangunan kawasan yang diberi nama Alian Butterfly Park (AB-Park) ini, hendak mensinergikan antara konservasi keanekaragaman hayati (kehati) kupu-kupu, edukasi dan ekonomi.

Taman wisata edukasi yang digagas putra asli Kebumen, yakni dokter Bambang Gunawan SpOG itu, berdiri di atas lahan seluas 900 m2, tidak jauh dari objek wisata Pemandian Air Panas (PAP) Krakal.

Taman wisata itu dilengkapi dengan wahana taman kupu-kupu hidup, museum koleksi awetan kupukupu dari seluruh kepulauan Nusantara dan ruang audio visual pemutaran film dokumenter. Fasilitas tersebut masih didukung dengan kandang- kandang penangkaran, baik tertutup maupun terbuka yang dibangun di atas areal seluas 30.000 m2.

Pengelola Alian Butterfly Park Wahyu Karyono menjelaskan, di luar areal taman kupu-kupu itu juga dikembangkan pula areal-areal konservasi kupu-kupu, terutama untuk troides helena, jenis yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Pengembangan areal konservasi ini bekerja sama dengan masyarakat pemilik lahan.

Wisata Edukasi

“Alian Butterfly Park akan diluncurkan pada 11 Juni mendatang, tetapi baru akan dibuka untuk umum pada 1 Juli mendatang,” ujar Wahyu Karyono kepada Suara Merdeka, Rabu (3/6). Dia menyampaikan konsep pembangunan taman kupu-kupu itu didasarkan pada realita, di beberapa wilayah di Kebumen ternyata menjadi tempat atau habitat berbagai jenis kupu-kupu.

Dari hasil identifikasi, di Kebumen terdapat sekitar 175 jenis. Beberapa di antaranya merupakan jenis kupu-kupu dengan nilai keindahan tinggi, seperti troides helena, papilio memnon, dan losaria coon.

“Adapun yang baru bisa ditangkarkan sebanyak 14 jenis kupu-kupu. Yang jelas, setiap hari akan ada 200 kupukupu dari berbagai spesies,” ujar Wahyu menyebutkan, karena tempatnya nyaman kupu-kupu nanti akan datang dengan sendirinya.

Pendirian Alian Butterfly Park ini, diharapkan menjadi wahana wisata edukasi bagi pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umun di Kebumen dan Jawa Tengah. Pengunjung bisa mempelajari jenis kupu-kupu dan bagaimana proses metamorfosis kepompong menjadi kupukupu.

“Taman kupu-kupu ini diharapkan menjadi kekuatan ekonomi lokal yang mampu mensinergikan tujuan ekonomi, sosial dan konservasi alam,” imbuhnya. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Djoenedi Fatchurahman sangat mengapresiasi pembangunan Alian Butterfly Park ini oleh dokter Bambang Gunawan SpOG.

Menurut Djoenedi, konservasi kehati kupu-kupu dikemas sebagai wahana edukasi dan wisata, pada gilirannya memberikan manfaat ekonomis. Apalagi sektor pariwisata diyakini sebagai sektor dengan multiplier effect yang tinggi.

Wednesday, December 30, 2015

Pedagolan, Arung Jeram di daerah Kebumen

PREMBUN - Arung Jeram Padegolan terletak di kawasan Waduk Wadas Lintang, Kecamatan Prembun, Kebumen. Starting point di desa Sendang Dalem dan finish di Bendungan Pejengkolan . 

Bagi anda yang pernah rafting di citarik, citatih ataupun pekalen arung jeram Padegolan mungkin kurang menantang, panjangnya hanya 7 km dengan Jeram Putih sebagai jeram terbesar di Sungai Padegolan).

Sungai Padegolan yang terletak di kawasan Waduk Wadas Lintang, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen. Start point Sungai Padegolan yang terletak di Desa Sendang Dalem, memasuki area kompleks Gedung Sentral PLTA Wadas Lintang. Dengan Panjang sungai sekitar 7km range sungai yang cukup pendek untuk diarungi. Banyak cara untuk menuju daerah Wadas Lintang dengan perjalanan 2 jam dari Wonosobo atau Magelang dan juga bisa ditempuh juga dari Purworejo maupun Kutoarjo dengan 1,5 jam.

Sungai ini sangatlah menarik dengan hiasan air jernih bak kolam renang yang kebiru-biruan, buah hasil dari pembuangan waduk Wadas Lintang, dan memang terkadang penampilan tidak selalu mengambarkan bau yang menarik (akibat tambak yang jumlahnya luar biasa, endapan kotoran dari pakan ikan menyebabkan air dari sungai maupun waduk Wadas Lintang kurang bagus untuk dikonsumsi karena bau yang tidak sedap).


Dengan dikesampingkannya masalah diatas, sungai ini adalah sungai yang cukup menarik untuk diarungi dengan 5km yang berjeram dan 2km tanpa ujung flat water (tentunya sebagai latihan tambahan).

Perizinan ke pihak PLTA dan keamanan Waduk Wadas Lintang adalah sesuatu yang sangat penting untuk melakukan pengarungan disini selain seperti biasanya kepada polisi setempat. Merupakan SOP (Standart Operational Procedure), yang harus diterapkan oleh para hobbies dimanapun anda akan menikmati alam dengan bijaksana.Yang didapat adalah pelayanan yang ramah, ceramah sehat, singkong rebus, teh panas, pingpong bersama satpam PLTA dan ijin untuk camping di pinggir jalan.

Layaknya mengarungi sungai di luar negeri selain airnya yang jernih dan mempunyai jeram-jeram yang sangat menarik, pemandangan disekitar sungai menyajikan suasana yang berbeda dan khas, asalkan buangan air dari PLTA Wadas Lintang mencapai minimal 20m3/ s, anda dapat mengarungi sungai ini dengan nyaman, karena kalau dibawah standar itu pastilah yang tersuguhkan hanyalah bongkahan-bongkahan batu yang kurang recommended untuk diarungi.


Karakteristik pingiran sungai yang dihiasi dengan rangkaian batuan besar, penyempitan, rumput-rumput Kalanjana yang tajam membuatscouting menjadi hal yang perlu digaris bawahi. Jernihnya air sungai bak air mineral yang mengalir membuat dasar sungai kelihatan dengan detailnya. Dan salah satu maskot sungai ini selain Jeram L dan Jeram Panjang adalah Jeram Putih (terbesar di Sungai Padegolan), yang memang dihiasi begitu banyak stopper (bentukan yang menghalangi laju arus air, biasanya adalah batu). Jeram yang banyak dihiasi drop kecil menciptakan terbentuknya riversal (arus balik). Warnanya yang putih sebagai akibat buih yang dihasilkan oleh riversal tersebut, kadang menjadi penipu ulung bagi yang lengah.

Dan sebagai bonus adalah rangkaian flat(arus sungai yang tenang atau tidak terdapat jeram) 2km sampai di Bendungan Pejengkolan sebagai finish point-nya. 
(sumber: http://saidoto.blogspot.com/2013/11/arung-jeram-padegolan.html)

Monday, September 21, 2015

Ini Dia Aksesori asal Kebumen yang Diburu Pedangang Timur Tengah

KEBUMEN  - Jenitri mungkin masih asing untuk sebagian orang Indoneisa, terutama bagi yang tinggal di daerah perkotaan. Namun, bagi penduduk Kebumen, Jenitri merupakan sumber penghasilan yang mendatangkan pundi-pundi rezeki.

Dalam kunjungan Kompas Female ke Pusat Latihan Usaha Terpadu, yang berlokasi di Jalan A.Yani, Sempor, Kebumen, Jawa Tengah. Ternyata, jenitri adalah salah satu kerajinan tangan yang cukup menarik dan laris di mancanegara.

Jenitri sebenarnya adalah nama tanaman yang konon bibitnya dibawa olehseorang pedagang India, yang kemudian menitipkannya pada seorang penduduk Kebumen untuk ditanam dan dikembangkan.

Daya jual Jenitri yang tinggi membuat semakin banyak penduduk Kebumen yang menanam pohon jenitri dan dibudidayakan sebagai kerajiann aksesori khas setempat.

Umumnya, Jenitri dibuat menjadi tasbih atau rosario. Sigit, Deputi Program Martha Tilaar Grup mengungkapkan bahwa satu tahun belakangan Jenitri Kebumen banyak diincar oleh para pelancong asal Timur Tengah.

"Katanya jenitri disini (Kebumen) lebih halus," ujar Sigit.

Para pedagang asal Timur Tengah, kata Sigit, sengaja datang ke Kebumen demi mendapatkan karya perajin lokal untuk dijual kembali di negara mereka masing-masing.

Kemudian, dia juga menjelaskan bahwa akhirnya Jenitri ini tak hanya dibuat menjadi alat berdoa, melainkan juga aksesori lain yang menjadi buah tangan khas Kebumen, seperti gantungan kunci, gelang, cincin, sampai tempat tisu.

Harga yang dibanderol untuk satu untai Jenitri khas Kebumen sangat beragam, mulai dari Rp 8.000 sampai dengan Rp 450.000. Hebatnya, biji jenitri ini dapat bertahan selama 200-300 tahun. Ada pula yang mempercayai bahwa biji jenitri bisa bertahan hingga delapan keturunan.(Penulis: Silvita Agmasari/Editor: Syafrina Syaaf/Kompas.com)


SUMBER: Home

Batik Kebumen adalah Batik Indonesia yang Bersahaja

KEBUMEN - Kain Batik Indonesia terutama Batik Jawa adalah kerajinan bernilai seni tinggi dan berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit serta kekuasaan lain sesudahnya.

Dalam sejumlah kajian, terurai bahwa perkembangan batik banyak terjadi pada masa-masa kerajaan Mataram, Solo, dan Yogyakarta. Berdasarkan motif batik, sebenarnya dapat dilihat cerminan kehidupan masyarakat sekitar. Salah satunya adalah kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sebab, kain dan motif batik khas Kebumen memiliki ciri khas yang unik.

Pada kunjungan ke Kebumen dalam rangka acara puncak perayaan ulangtahun ke-45 Martha Tilaar Grup pada hari Sabtu (18/9/2015), Kompas Female berkesempatan untuk berkunjung ke Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang terletak di Jalan A. Yani, Kebumen, Jawa Tengah, untuk melihat hasil karya perajin batik lokal.

Batik Kebumen tidak seperti batik di daerah Jawa Tengah yang biasanya memiliki motif dengan arti filosofis yang tinggi. Motif batik di Kebumen terbilang lebih sederhana dengan dominasi motif tumubuhan.

"Motif disini jauh lebih bersahaja tidak bermain dengan filosofi atau simbol," ujar Bapak Sigit. "Batik Kebumen adalah ungkapan seni dari kehidupan sehari-hari," ujar Bapak Sigit, Deputi Program Martha Tilaar.

Ciri selanjutnya yang khas dari batik Kebumen adalah warna batik yang cenderung gelap, tak seperti warna batik pesisir yang umumnya bewarna cerah.

Salah satu motif batik Kebumen yang terkenal adalah motif gringsing, yang terkenal sampai kancah internasional karena kehalusannya. Pusat batik yang terkenal di Kebumen, berada di kampung Gemek Sakti dan Tanuraksan.

Lalu, harga yang dibanderol untuk batik tulis Kebumen cenderung terjangkau, yaitu senilai Rp 400.000 sampai Rp 1 juta. Sementara itu, batik cap harganya terbilang lebih murah, lebih kurang di bawah Rp 400.000. (Penulis: Silvita Agmasari/Editor: Syafrina Syaaf/Kompas.com)

SUMBER: home

Thursday, April 30, 2015

diobral !!! berbagai jenis bahan batu akik. minat???

KEBUMEN  - Demam batu akik yang melanda berbagai daerah menjadi peluang bisnis menggiurkan. Sejumlah pelaku usaha pun mulai menawarkan bahan batu akik dengan cara diobral.

Bahkan ada yang berkeliling menggunakan mobil. Dengan menggunakan puluhan nampan yang berisi potongan batu, pemilik Mumy Theatrf, Moh Musarif menawarkan kepada para calon pembeli.

Ia menggelar dagangannya di depan kios. Sedangkan di dalam kios masih terdapat banyak bongkahan batu yang belum dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Di samping kios, terlihat pekerja sibuk memotong bongkahan batu menjadi kecil-kecil. Sedangkan di etalase berisi bermcam batu dengan harga beragam.

”Harganya mulai dari Rp 5 ribu hingga 1 juta, sedangkan untuk batu bisa dijual dengan harga Rp 25 ribu per potong,” jelas Moh Musarif.

Ramai

Dia mengaku sudah mengobral bahan batu akik sebulan lalu. Hasilnya, dagangan di kios Jalan Sarbini Nomor 162 Kebumen itu selalu ramai dikunjungi pembeli. Tidak hanya dari Kebumen saja, dari Yogyakarta, Solo dan Cilacap juga kerap singgah di kiosnya.

Ide menjual batu akik dengan cara grosir barawal dari maraknya penjual batu akik di kabupaten berslogan beriman ini. Dengan menjual menggunakan sistem grosir, tentunya para pembeli dapat membeli batu dengan harga murah.

Selain itu dengan cara penjualan seperti ini, ternyata cukup efektif mengambil perhatian para pembeli. Pasalnya selama ini belum ada penjual batu dengan sistem obral. ”Kebanyakan para penjual hanya mengobral embannya saja. Namun harga bahan batunya masih mahal,” imbuhnya.

Musarif menjelaskan beberapa batu yang dijual berasal dari Sungai Luk Ulo dan Sungai Kelawing jenisnya, badar besi merah, naga suwi, panca warna, lavender dan lainnya. Obral bahan batu akik juga dilakukan Yuliana di Jalan Raya Gombong, Kebumen. Ia bahkan menggunakan empat mobil untuk menjual bahan batu akik hingga ke luar daerah, meliputi Solo, Surabaya, dan Yogyakarta.

Koleksi yang ditawarkan pun lengkap. Bahkan yang ia sebut diobral itu harganya ada yang mencapai puluhan juta rupiah. ”Di sini ada obral gritstone Sukabumi King Bee Opal, batu Lok Aceh, Bacan Sungai Dareh dan gritstone Bengkulu King Rafflesia,” jelasnya.

Tuesday, April 28, 2015

"Si Badur" Umbi dari Kebumen yang diekspor ke Jepang

KARANGSAMBUNG  - Menjelang musim kemarau setiap tahunnya atau sepanjang bulan April, para petani walur atau si badur (Amorphophallus variabilis) di kawasan pegunungan Kecamatan Sadang, Karanggayam dan Alian Kebumen, menikmati musim panen raya umbi tanaman ini.

"Mengingat umbi ini adalah bahan baku tepung si badur yang diekspor ke Jepang sebagai bahan pembuat mi di negara itu, petani selalu bersemangat untuk memanennya. Dibandingkan jenis umbi lainnya, umbi ini harganya paling tinggi. Bisa mencapai Rp 1500,- per kilogram di tingkat petani, Rp 1.700,- per kilogram di tingkat pengepul dan Rp 1.900,- per kilogram di tingkat pedagang," ungkap Ny Sarjiman, pedagang umbi si badur di Dukuh Watu Tumpang Desa /Kecamatan Karangsambung Kebumen, Minggu (26/04/2015).

Sebagai pedagang atau 'juragan' si badur satu-satunya di Kebumen, Ny Sarjiman mampu mengirim 6 hingga 7 ton umbi basah ke sebuah pabrik pengolahan umbi si badur di Jawa Timur. Dalam sebulan, dirinya bisa 3 sampai 4 kali melakukan pengiriman umbi basah. Sedangkan pengiriman umbi kering dilakukan 1 kali, yaitu
di akhir musim panen.

"Biasanya di akhir musim panen atau sudah jarang turun hujan, umbi saya rajang setebal 1 sentimeter, kemudian dikeringkan dan dikirim dalam keadaan kering," jelas Ny Sarjiman yang sudah 20 tahun lamanya menjadi juragan walur.

Friday, April 17, 2015

SADIS!!! DANA BANSOS Rp 1,220 Miliar, Hanya Diberikan Rp 118 Juta SAJA??

SADIS!!! DANA BANSOS Rp 1,220 Miliar, Hanya Diberikan Rp 118 Juta SAJA??

KEBUMEN  - Kasus pemotongan dalam penyaluran dana bantuan sosial (bansos) bidang pendidikan dan keagamaan Provinsi Jateng tahun anggaran (TA) 2008 di Kebumen benarbenar keterlaluan.

Bagaimana tidak, dari total bansos sebesar Rp 1,220 miliar yang disalurkan kepada penerima hanya Rp 118 juta. Artinya, dana yang dipotong atau menjadi kerugian negara mencapai Rp 1,102 miliar.

Merujuk data Satuan Reskrim Polres Kebumen, dari 23 titik bantuan itu terbagi menjadi tujuh bidang pendidikan dan 16 titik bidang keagamaan. Bidang pendidikan, meliputi untuk madrasah aliyah, TPQ, dan SD Islam, seharusnya dana yang disalurkan Rp 480 juta, tetapi hanya sampai pada penerima sebesar Rp 35 juta saja.

Adapun total pemotongan bantuan sebesar Rp 445 juta. Untuk masing-masing lembaga semestinya menerima Rp 60 juta-Rp 70 juta. Namun realisasinya masing-masing lembaga hanya menerima Rp 5 juta.

Misalnya, SD Islam Al Hikmah semestinya menerima Rp 70 juta tetapi hanya mendapatkan Rp 5 juta atau dipotong Rp 65 juta. Kemudian untuk bidang keagamaan sebanyak 16 titik, meliputi musala dan masjid dengan bantuan semestinya yang harus disalurkan Rp 740 juta.

Tetapi sampai penerima hanya Rp 83 juta atau dipotong sebesar Rp 657 juta. Dari 16 titik, 15 titik, menerima Rp 5 juta dan satu titik menerima yang menerima Rp 8 juta. Dari pengakuan tersangka Riyanto (55) bantuan itu sampai masuk rekening bank penerima bantuan tetap utuh sesuai dengan jumlah bantuan.

Tetapi saat pencairan oleh calon penerima bersama pendamping di bank. Selanjutnya penerima mendapatkan hanya Rp 5 juta. Pemberian uang Rp 5 juta itu dilengkapi dengan kuintansi bermaterai 6.000. “Ada dana sekitar Rp 1,102 miliar yang terkumpul dari sisa pemotongan bantuan tersebut,” ujar Riyanto yang berperan menyalurkan bantuan di Mapolres Kebumen, Rabu (15/4).

Tersangka Baru

Menurut dia, dana tersebut diambil Bagong warga Purworejo yang belakangan diketahui, sopir mantan Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi. Adapun Bagong saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Kebumen. Dalam kesepakatan awal itu, kata Riyanto, berapa pun dana bantuan sosial yang turun dari Gubernur, pembuat proposal hanya menerima Rp 5 juta saja. Sepengetahuan dia, sisa dana akan digunakan untuk mensukseskan pasangan Bibit-Rustri pada pilgub Jateng yang diusung PDI Perjuangan.

Dari 23 titik bantuan itu, 17 titik didistribusikan melalui Untung dan Rahmat. Sedangkan enam titik disalurkan melalui Sutikno dan Riyanto. Sementara itu, tersangka Daryanto mengaku hanya menyalurkan enam titik bantuan masing- masing Rp 40 juta.

Setelah bantuan masuk rekening penerima, dia bersama perwakilan penerima mencairkan di bank dan diberikan sebesar Rp 5 juta. Total dana yang dipotong melalui dia sebesar Rp 207 juta dan diserahkan kepada tersangka Riyanto. Adapun dia mengaku hanya mendapatkan uang bensin dari penerima bantuan rata-rata sebesar Rp 500.000.

“Sebenarnya kami tidak menikmati apa-apa, tetapi harus bertanggung jawab,” tandasnya. Kapolres Kebumen AKBP Faizal melalui Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto mengatakan, kasus ini masih dalam penyidikan.

Setelah nanti berkas dinyatakan lengkap, perkara itu akan dilimpahkan ke kejaksaan. Di singgung adanya kemungkinan penetapan tersangka baru, pihaknya masih terus melakukan pengembangan. “Ya, tentu kemungkinan itu bisa terjadi sepanjang alat bukti sudah mencukupi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang tersangka Riyanto (55) warga Desa Pamijen, Sokaraja, Banyumas, Sutikno (36) warga Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Banyumas, dan Daryanto (38) warga Desa Wonosari, Kebumen ditahan di Mapolres Kebumen terkait pemotongan dana bansos. Penahanan ketiga tersangka merupakan hasil pengembangan dari penyidikan perkara yang sama.

Sebelumnya, dua orang yang terlibat yakni Rahmat (49) mantan Kepala Desa Kedungjati, Sempor saat ini telah divonis 4,3 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang. Sedangkan tersangka Untung Suparyono (57) warga Desa Kedungpuji, Gombong saat ini masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang. (J19-32/SuaraMerdeka) 


SUMBER: setiobow.blospot.com

Menggodanya Giok Jawa asal Kebumen!!!

KEBUMEN - GENCARNYA pemberitaan akik asal Kebumen mengundang ketertarikan artis ibukota dan paranormal kondang di Tanah Air. Mereka pun berburu ke stand yang bermunculan bak jamur di musim hujan.

Bahkan mendatangi langsung ke pusat batu akik Luk Ulo di Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, Kebumen. Untuk diketahui, stand yang menawarkan batu akik dengan berbagai jenis dan varian itu telah merebak di kabupaten berslogan Beriman ini. Hampir di setiap gang dan pinggir jalan menuju desa, tampak menawarkan batu akik, lengkap dengan cincinnya.

Mereka juga memasang spanduk. Tempat itu menjadi mudah dikenali, karena terdapat penggosok batu yang menggunakan alat bersuara nyaring. Seperti stand di Jalan Cendrawasih, Kebumen. Stand milik Suyatno yang dikenal dengan Yete Comb itu baru didatangi salah satu personel band kenamaan.

Artis asal Jakarta yang baru konser di Yogyakarta itu menanyakan giok Jawa. Setelah mendapat yang diinginkan (giok Jawa-Red), artis itu langsung pergi menggunakan mobil Alphard. Hal itu dibenarkan sejumlah warga yang sempat menyalaminya.

“Artis tersebut salah satu personel band Noah,” kata Khambali (34), warga Tamanwinangun, Kebumen. Tidak hanya mendatangi stand yang buka hingga 24 jam, sejumlah artis juga diketahui berburu giok Jawa di Desa Giritirto. Hal itu dibenarkan Kades Giritirto Teguh Prasetyo.

Menurut dia, belum lama ini pelawak I Parto mendatangi desa yang dipimpinnya untuk mencari giok Jawa. “Saya yang mengantar langsung I Parto ke sejumlah perajin akik. Dia (I Parto-Red) mengaku senang, karena mendapatkan batu mulia yang diinginkan,” kata Teguh Prasetyo sambil menunjukkan koleksi akiknya.

Selain artis ibu kota, paranormal seperti Ki Kusumo juga berburu giok Jawa di Desa Giritirto. Desa di daerah pegunungan itu memang menjadi pusat aneka jenis bebatuan di zaman purbakala. Lokasinya yang berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara itu, bahkan telah diteliti memiliki varian jenis giok nephire.

Kaya Batu mulia

Keberagaman jenis dan warna pada batuan nephrite ini yang membuktikan, Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, khususnya batu mulia. Praktis, tak jarang investor asing datang ke Desa Giritirto hanya untuk berburu dan ingin memiliki batu mulia jenis satu ini.

Bahkan investor itu sudah banyak menyimpan koleksi batu mulia dari Desa Giritirto sejak jauh hari sebelum batu akik booming. Para investor itu memborong dan menyimpannya pada boks almari untuk digunakan sebagai investasi. Selain itu juga terdapat giok jenis jadeite yang memiliki warna khas hijau, orange kemerahan, lavender, hingga biru kehijauan.

Sedangkan batu giok nephrite memiliki warna cenderung putih susu. Untuk giok jadeite lebih keras, karena memiliki tingkat kekerasan antara 6,5 hingga 7 skala mohs. Sedangkan nephrite hanya memiliki tingkat kekerasan antara 6 hingga 6,5 skala mohs saja. (Arif Widodo-32/SuaraMerdeka)

SUMBER: setiobow.blogspot.com

Thursday, April 2, 2015

Beragam Varian Badar Besi

KEBUMEN - DARI sekian banyak jenis batuan yang ditemukan di Kabupaten Kebumen, batuan jenis badar besi (hematite) merupakan yang paling populer saat ini.

Batuan asli dari alam ini memiliki keunikan tersendiri, yakni memiliki kadar besi (fe) yang tinggi, sehingga bisa menempel jika didekatkan pada magnet. Di dunia internasional, batu badar besi dikenal dengan batu hematite dengan formula kimia Fe2 O3 dengan kekerasan 5-6 pada skala mohs. Secara umum batu ini memiliki berwarna hitam, cokelat, merah, hingga abu-abu silver.

Batu badar besi banyak ditemukan di banyak negara di dunia, seperti Brazil, Mexico, Australia, Amerika Serikat dan Indonesia. Hematite umumnya ditemukan di wilayah pegunungan, terutama gunung yang pernah mengalami banjir lahar, lalu mengendap selama jutaan tahun.

Di Kebumen, sebagian besar batu badar besi diperoleh dengan cara menambang. Salah satu kawasan penghasil batu badar besi terbaik, yakni Kecamatan Karanggayam, khususnya di perbukitan Buluberas. Anggota Komunitas Badar Besi Kebumen Agus ”Mandra” Wantoro menyampaikan, yang menarik dari batu badar besi Kebumen, yakni memiliki banyak varian.

Tidak hanya melulu berwarna hitam, varian badar besi lain bermunculan, seperti badar besi merah cabe atau populer disebut red hot magnetic, hijau kristal, multicolour, pancawarna, badar besi kuning, telur kodok, warna doreng atau greenbaret serta badar besi bulu monyet.

”Jadi selain unik bisa menempel di magnet, batu badar besi Kebumen memiliki warna bermacam- macam,” ujar Agus Mandra saat ditemui Suara Merdeka di Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen, Rabu (1/4) Pria yang membuka bengkel kerajinan batu akik Badar Besi 2 Stone di Jalan Sokka-Petanahan itu, saat ini sedang mempersiapkan berbagai varian batu badar besi untuk keperluan pameran dan bursa batu akik di Alun-alun Kebumen, Sabtu (4/4) mendatang.

Dalam acara yang diselenggarakan Bank Jateng Cabang Kebumen itu, nantinya akan diikuti sekitar 20 perajin batu akik. ”Untuk pameran kali ini saya secara spesifik mempersiapkan batu badar besi,” ujar pria yang akrab disapa Bang Mandra tersebut.

Bintang Pameran

Memang batu badar besi saat ini berada di puncak popularitasnya. Batu ini menjadi sorotan media cetak dan elektronik nasional. Majalah Indonesian Gemstone (IGS) edisi Januari 2015 secara khusus mengulas batu badar besi merah Kebumen.

Di berbagai ajang pameran batu di sejumlah daerah, batu badar besi merah cabai Kebumen menjadi bintang pameran. Tingginya permintaan pasar yang tidak didukung ketersediaan barang membuat harga batu badar besi melangit.

Jika pada November 2014 lalu harga batu badar besi merah cabai masih Rp 100.000/kg, saat ini harga batu hampir menyentuh Rp 1 juta/kg. ”Sedangkan untuk batu yang sudah menjadi cincin harganya bervariatif mulai Rp 500.000 hingga Rp 1,5 juta,” imbuh Agus Mandra.

Dari catatan Suara Merdeka, popularitas batu badar besi semakin tinggi setelah adanya razia aparat Polres Kebumen penambangan batu badar besi di kawasan perbukitan Buluberas yang masuk di wilayah hutan negara yang dikelola Perhutani. Sekitar satu ton bongkahan batu di antaranya batu badar besi disita aparat kepolisian. Pascarazia itu, para petani mandek dan tidak berani melakukan aktivitas penambangan batu di hutan negara. (Supriyanto-32/SuaraMerdeka)

SUMBER: setiobow.blogspot.com

giok kebumen

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - MENGULAS batuan asli Kabupaten Kebumen seperti tak ada habisnya. Satu varian batuan muncul tidak akan lama diikuti dengan varian batuan lain yang tak kalah menariknya.

Keanekaragaman batuan yang terkandung di kabupatan yang memiliki kawasan cagar alam geologi itu seperti tidak pernah selesai digali. Salah satu jenis batuan legendaris yang ditemukan di kabupaten yang pada zaman purba menjadi dasar samudera itu ialah batu giok Jawa. Batu giok yang ditemukan antara lain jenis nephrite jade sejenis batu giok tang ditemukan di Aceh.

Tak hanya jenis giok nephrite, di Kebumen ternyata keluar varian jadeite jade. Bahkan deposit batu yang masuk kategori langka ini relatif cukup banyak ditemukan di kawasan utara Kebumen persisnya di Kecamatan Sadang yang berbatasan dengan Banjarnegara. Adep Suryana (27), perajin batu yang juga pemilik Pondok Batu Suryana Gemstone membenarkan adanya deposit jadeite jade di Kebumen.

Warga Dusun Klepurubung, Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen itu mengaku sudah menemukan varian batu ini sejak dua tahun lalu. Saat ini di bengkelnya dia menyimpan sekitar dua kuintal bongkahan jadeite jade untuk diolah menjadi berbagai macam produk seperti batu cincin maupun liontin.

Ditemukan di Myanmar

“Namun bagus juga batu giok ini diolah menjadi patung maupun manik-manik gelang dan kalung,” ujar Adep Suryana kepada Suara Merdeka, Selasa (12/3). Pria yang sejak lima tahun menjadi perajin batu itu menambahkan, pada awalnya masyarakat mengetahui bahwa giok yang ditemukan di Kebumen merupakan nephrite jade.

Tetapi setelah dimasukkan di laboratorium gemologi di Jakarta maupun Yogyakarta giok yang dia temukan masuk kategori jadeite jade tipe A. Secara mineral, kualitas giok jenis ini di atas nephrite jade namun masih di bawah imperial jade.

“Yang jelas tingkat kekerasan giok jadeite lebih keras dibandingkan giok nephrite,” imbuh Suryana mengakui warna giok Jawa masih kalah dibandingkan dengan giok asal Aceh. Suryana menyebutkan gemolog ragu menyebutkan batu tersebut merupakan natural Indonesia karena dalam studi geologi selama ini hanya ditemukan di Myanmar dan Tiongkok.

Menurut dia, sampai saat ini masih belum ada riset bahwa di Kebumen sudah sejak lama ditemukan batu giok jadeite. “Yang jelas, batu giok jawa asal Kebumen banyak diminati terutama konsumen asal Tiongkok,” ujarnya menyebutkan selama ini dia memasarkan batu secara online melalui Facebook maupun secara langsung.

Sementara itu, giok jadeite memiliki warna yang khas giok yaitu hijau, orange kemerahan, warna lavender, hingga biru kehijauan. Sedangkan batu giok nephrite memiliki warna cenderung putih susu. Selain itu, giok jadeite diklaim lebih keras karena memiliki tingkat kekerasan antara 6,5 hingga 7 skala mohs. Sedangkan Nephrite hanya memiliki tingkat kekerasan antara 6 hingga 6,5 skala mohs saja. (Supriyanto-78/SuaraMerdeka)


SUMBER: setiobow.blogspot.com

Tuesday, March 31, 2015

yuk ke kebumen!!!

Kebumen, kota kecil yang diahugrahi segudang keindahan alam dan ragam khas budaya di wilayah Kedu Selatan Jawa Tengah. Berbagai tempat wisata mulai dari pantai hingga pegunungan di kota lawet kini mulai tersohor. 

Bagi anda yang hobi traveling mengunjungi tempat-tempat eksotis wajib menengok secuil surga di Kebumen. Berikut lima alasan kamu harus berkunjung ke Kebumen versi #KebumenKeren .
Pertama: Piknik Ceria ke Pantai Menganti
Pantai Menganti dikenal sebagai tempat yang menawarkan panorama New Zealand-nya Indonesia.
Terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah.
Koordinat lokasi: -7.770362, 109.413424

Kedua: Wisata Sejarah di Benteng Van Der Wijck
Terkenal sebagai benteng merah-nya Indonesia. Bentuknya unik segi delapan simetris. Satu-satunya di Indonesia
Terletak di Desa Sedayu, 4 km ke utara dari Kota Gombong
Lokasi koordinat: -7.599597, 109.516814

Ketiga: Caving Seru di Goa Barat.
Dikenal sebagai Goa 100 Air terjun. Dengan air terjun Superman Big Sister yang paling tinggi dengan ketinggian 32 meter.
Terletak di Desa Jatijajar, Ayah
Koordinat lokasi: -7.668312, 109.434009

Keempat: Bertualang Batuan Purba di Karangsambung Geopark
Terkenal sebagai taman bumi terlengkap dan terpadat di Asia.

Terletak di Kec. Karangsambung, Sadang, dan Karanggayam
Lokasi koordinat: -7.546513, 109.672281

Kelima: Menikmati Uniknya Kuliner SATE AMBAL
Saking manisnya dianggap sebagai "Permen Daging". Tapi rasa rempahnya bikin Kamu dijamin ketagihan

Sentra lokasinya terletak di Desa Ambal Resmi, Kec. Ambal
Lokasi koordinat: -7.789098, 109.732146
Itulah lima alasan kamu harus berwisata ke Kebumen. Tempat-tempat wisata lain masih buanyak loh guys. Penasaran? Ayo ke Kebumen!

SUMBER: setiobow.blogspot.com

Tuesday, March 24, 2015

wow... Kebumen rangking 1 se Jawa tengah dan rangking 3 se Indonesia untuk daerah dengan fiskal terendah

SURAT PEMBACA (www.beritakebumen.info) - Belum lama ini Kementerian Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 33/PMK.07/2015 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah . Kapasitas Fiskal Daerah adalah gambaran kemampuan keuangan masing-masing daerah yang dicerminkan melalui penerimaan umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (tidak termasuk dana alokasi khusus, dana darurat, dana pinjaman lama, dan penerimaan lain yang penggunaannya dibatasi untuk membiayai pengeluaran tertentu) untuk membiayai tugas pemerintahan setelah dikurangi belanja pegawai dan dikaitkan dengan jumlah penduduk miskin.

Kapasitas Fiskal Dihitung dengan menggunakan formula :

KF = (PAD + DAU + DBH + Otsus + Transfer Prov + LP) - BP
.                                    Jumlah Penduduk Miskin

Keterangan:
KF = Kapasitas Fiskal
PAD = Pendapatan Asli Daerah
DBH = Dana Bagi Hasil
DAU = Dana Alokasi Umum
Otsus = Dana Otonomi Khusus
Transfer Prov = Transfer Pemerintah Provinsi ke Kabupaten/Kota (bernilai positif untuk Kabupaten/Kota dan bernilai negatif untuk Provinsi)
LP = Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
BP = Belanja Pegawai

Dari hasil perhitungan dengan formula tersebut, alangkah tidak pantas kalo Kabupaten Kebumen berada di posisi terendah se- Jawa Tengah dengan Indeks 0.07, bahkan seluruh Indonesia Kebumen-pun masih berada diposisi 3 besar dari bawah.

Semoga dengan adanya gambaran tersebut para pejabat dan para pengambil keputusan serta kebijakan di Kabupaten Kebumen lebih peduli untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan mengentaskan kemiskinan di Kabupaten yang kita cintai bersama. 

Pengirim : Ahmad A Ghani / Krakal Alian Kebumen